Kalau berbicara soal bisnis perikanan air tawar yang tidak pernah sepi peminat dan selalu memiliki nilai jual tinggi, ikan gurame pasti berada di daftar teratas. Rasanya yang gurih, dagingnya yang padat, serta minim duri halus membuat ikan ini menjadi primadona di berbagai restoran dan meja makan keluarga Indonesia.
Dulu, banyak orang mengira bahwa budidaya gurame hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki lahan luas dengan kolam tanah yang dalam. Namun berkat perkembangan teknologi budidaya, anggapan tersebut bisa dipatahkan.

Saat ini Sobat bisa memulai usaha menjanjikan ini bahkan di pekarangan rumah yang terbatas dengan metode ternak gurame di kolam terpal. Selain hemat tempat dan biaya pembuatan, kolam terpal juga jauh lebih mudah dikontrol kebersihannya. Penasaran bagaimana caranya? Mari kita kupas tuntas rahasianya!
Mengapa Kolam Terpal Sangat Direkomendasikan untuk Sobat?
Sebelum melangkah lebih jauh ke urusan teknis, mari kita ulas beberapa alasan mengapa media terpal adalah pilihan cerdas bagi Sobat yang ingin memulai usaha ini:
- Sangat Fleksibel dan Hemat Lahan: Kolam terpal bisa dibangun di lahan sempit, halaman belakang rumah, bahkan di atas permukaan semen sekalipun tanpa perlu menggali tanah terlalu dalam.
- Biaya Investasi Awal yang Terjangkau: Dibandingkan dengan membuat kolam beton permanen yang memakan banyak semen dan batu bata, biaya pembelian terpal dan rangka penyangga jauh lebih bersahabat di kantong Sobat.
- Manajemen Air Lebih Mudah: Kolam terpal menghindarkan air dari kontaminasi langsung tanah asam atau zat kimia tanah liar. Menguras dan membersihkan kolam pun menjadi pekerjaan yang sangat ringan dan cepat.
- Meminimalkan Risiko Hama dan Penyakit: Karena medianya terisolasi, Sobat bisa dengan mudah mendeteksi keberadaan hama air maupun gejala penyakit pada ikan secara lebih dini daripada di kolam tanah yang cenderung keruh.
- Proses Pemanenan Lebih Praktis: Saat masa panen tiba, Sobat tinggal menyurutkan air kolam dan menangkap ikan tanpa perlu berkubang di dalam lumpur yang tebal.
Langkah Demi Langkah Budidaya Gurame Kolam Terpal
Kunci sukses memelihara ikan gurame terletak pada ketekunan dan kedisiplinan Sobat dalam mengikuti prosedur yang benar. Berikut adalah panduan praktis yang bisa langsung Sobat praktikkan:
1. Mempersiapkan Konstruksi Kolam Terpal
Sobat bisa membuat kolam terpal berbentuk lingkaran maupun persegi. Untuk pemula, kolam persegi berukuran 2 x 3 meter dengan tinggi 1 meter sudah sangat ideal. Buat rangka penyangga menggunakan bambu, kayu kaso, atau pipa besi agar kuat menahan tekanan air. Pilih jenis terpal berkualitas tinggi seperti tipe A12 atau A15 yang tebal dan tidak mudah bocor. Pasang instalasi pembuangan air (pipa overflow) di bagian bawah atau sudut kolam untuk memudahkan proses pengurasan.
2. Tahap Pengkondisian Air (Kunci Utama Kehidupan Benih)
Jangan terburu-buru memasukkan benih ikan ya, Sobat! Setelah kolam terpal terisi air setinggi 70–80 cm, diamkan terlebih dahulu selama minimal 10–14 hari. Taburkan garam krosok (garam ikan) sebanyak 100 gram/m³ dan cairan probiotik untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami. Proses ini juga berguna untuk membuang bau lem kimia pada terpal baru yang bisa meracuni benih.
3. Pemilihan dan Penebaran Benih Gurame
Untuk memangkas waktu pemeliharaan, pilihlah benih gurame yang sudah berukuran minimal “silet” atau “bungkus rokok” (sekitar 5-7 cm). Benih seukuran ini memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat dibanding benih kecil berukuran jempol. Tebar benih secara perlahan pada pagi atau sore hari saat suhu air tidak terlalu panas. Lakukan proses aklimatisasi (mengapungkan wadah benih di permukaan kolam selama 15 menit) terlebih dahulu agar benih tidak stres akibat perubahan suhu mendadak.
4. Manajemen Pakan yang Efisien
Ikan gurame adalah hewan omnivora yang cenderung menyukai pakan tumbuhan (herbivora) seiring bertambahnya usia. Sobat bisa memberikan pelet dengan kadar protein minimal 28-30% sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore). Untuk menghemat biaya pakan, kombinasikan pelet dengan pakan alternatif hijau seperti daun talas, daun singkong, kangkung, atau tanaman azolla. Pakan hijau ini sangat bagus untuk melancarkan pencernaan gurame.
Sebelum memberikan daun talas kepada gurame, sebaiknya layukan terlebih dahulu di bawah terik matahari selama beberapa jam. Proses pelayuan ini berfungsi menghilangkan getah gatal pada daun yang bisa melukai mulut atau mengganggu pencernaan gurame kesayangan Sobat.
5. Menjaga Kualitas Air Kolam
Meskipun gurame terkenal tahan banting dan memiliki organ pernapasan tambahan (labirin), air yang terlalu kotor dan berbau amonia tinggi tetap bisa memicu kematian massal. Bersihkan sisa pakan yang mengambang dan lakukan pembuangan endapan kotoran di dasar kolam sebanyak 10-20% dari volume air setiap 2-3 minggu sekali, lalu isi kembali dengan air baru yang bersih.
Masa Panen yang Dinanti
Dengan perawatan yang konsisten, ikan gurame peliharaanmu akan mencapai ukuran konsumsi (sekitar 500–800 gram per ekor) dalam waktu 8 hingga 10 bulan dari ukuran benih silet. Lakukan pemanenan dengan hati-hati menggunakan jaring halus agar sisik gurame tidak rusak atau terluka, karena penampilan fisik ikan yang mulus akan sangat menentukan harga jualnya di tingkat pengepul atau restoran.
Kesimpulan
Ternak gurame di kolam terpal bukan lagi sekadar impian, melainkan peluang bisnis nyata yang sangat menjanjikan dan bisa Sobat jalankan dari rumah. Keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang bagi Sobat untuk memproduksi cuan melimpah dari halaman belakang. Kunci sukses utamanya adalah kesabaran, menjaga kebersihan kolam, dan pemberian nutrisi yang seimbang. Selamat mencoba!









